Jumat, 08 November 2013

Perlunya Peningkatan Kemandirian Kepeloporan Pemuda

Begitu luasnya dan banyaknya jumlah pemuda di wilayah Prov DKI Jakarta, maka Disorda Prov DKI Jakarta dalam perekrutan peserta pemuda pelopor bekerja sama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat serta Forum Komunikasi Pemuda Pelopor DKI Jakarta. Hal ini diharapkan agar peserta yang dikontribusi ke Provinsi merupakan representasi unggulan dari masing-masing Kota Administrasi Se DKI Jakarta. Pemilihan pemuda pelopor dilaksanakan di Kota Administrasi Se DKI Jakarta, dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, dan Kota Administrasi. Dari Kota Administrasi diseleksi lagi di tingkat Provinsi. Selanjutnya dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat Nasional. Dari beberapa kali DKI Jakarta mengirim peserta pemuda pelopor, DKI Jakarta menjadi juara Tingkat Nasional, baik juara I maupun II, dari beberapa Bidang Kepeloporan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya pemberian penghargaan kepada pemuda yang mampu mempelopori masyarakatnya untuk maju dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik dibidang pendidikan, budaya dan pariwisata, teknologi tepat guna, kewirausahaan, Kelautan dan Kebaharian. Diharapkan dengan seleksi ini selain mendapatkan calon peserta sebagai wakil dari DKI Jakarta untuk mengikuti Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional juga masyarakat DKI Jakarta mendapatkan tokoh-tokoh pemuda yang mampu menggelorakan semangat pemberdayaan bagi pemuda untuk menjadi tauladan bagi lingkungannya. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh pemuda yang berada di DKI Jakarta yang berumur antara 16 tahun s.d 30 tahun dengan sasaran bidang kepeloporan meliputi : Kewirausahaan: usaha mikro, kecil, menengah dari potensi yang ramah lingkungan seperti : daur ulang dan pemakaian kembali dan mampu melibatkan masyarakat banyak. Pendidikan : usaha memfasilitasi dan membuka akses masyarakat untuk mengikuti dan memperoleh pendidikan secara adil, merata, terjangkau dan berkelanjutan, baik pendidikan formal maupun non formal sehingga masyarakat dapat tercerdaskan, tercerahkan, dan terberdayakan. Teknologi Tepat Guna : bentuk rekayasa dan rancang bangun teknologi sederhana yang langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas, kwantitas produk sesuai permintaan pasar pada sektor bisnis tertentu. Budaya dan Pariwisata : menghidupkan kembali budaya yang punah , melestarikan pengembangan mencipta kreasi baru seni budaya pemuda dan masyarakat, mengembangkan estetika,dan mengangkat citra seni budaya Indonesia. Kelautan dan Kebaharian : Menumbuhkan kembali rasa cinta akan laut dan bahari serta pendayagunaannya demi kelestarian lingkungan di masa yang akan datang. Kriterianya adalah Memiliki jiwa idealisme, integritas kepribadian, kemuliaan akhlak dan moral, bijaksana, hukum etika dan tidak cacat hukum yang bermuara pada nilai loyalitas terhadap NKRI. Memiliki prestasi yang luar biasa pada bidang yang dikembangkan dari bentuk gagasan hingga karya nyata yang dilaksanakan dengan jiwa kesukarelawanan. Memiliki kontribusi terhadap nilai kualitas hidup yang ditandai dengan adanya pengakuan masyarakat atas peran kontribusi karya nyatanya dari bidang yang dipelopori dengan peran aktif kepentingan masyarakat dan lingkungannya. Persyaratan (eligibilitas) Warga Negara Indonesia berusia antara 16 – 30 tahun pada saat pencalonan; Prestasi yang dicapai telah diimplementasikan paling sedikit selama 2 (dua) tahun terakhir atau dapat diakumulasikan dalam waktu yang berbeda; Belum pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional. (ziz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar